Sumber: https://unsplash.com/id/foto/sekelompok-lampu-biru-yang-ada-di-dinding-FD1YGrvp2Rw
Hai sobat Trikma! Sempatkah kalian membayangkan gimana informasi yang kita pakai tiap hari dapat tersimpan dengan apik? Mulai dari media sosial, aplikasi belanja online, sampai sistem keuangan, seluruh itu berjalan berkat terdapatnya database. Dapat dibilang, database merupakan otak penyimpanan data yang membuat aplikasi serta layanan digital senantiasa berjalan mudah. Nah, supaya kian mengerti, ayo kita bahas lebih dalam tentang jenis- jenis database yang terdapat di dunia teknologi!
Database Relasional
Tipe database yang sangat banyak digunakan sampai saat ini merupakan database relasional. Di mari, informasi ditaruh dalam wujud tabel yang terdiri dari kolom serta baris, mirip dengan spreadsheet. Kelebihannya, database ini mempermudah pengelolaan informasi yang silih tersambung. SQL (Structured Query Language) jadi bahasa utama yang digunakan buat mencernanya. Contoh sistem database relasional yang terkenal merupakan MySQL, PostgreSQL, serta Oracle Database.
Database Non- Relasional
Berbeda dengan relasional, database non- relasional ataupun NoSQL lebih fleksibel sebab tidak memakai tabel. Umumnya digunakan buat menanggulangi informasi dengan skala besar serta tidak terstruktur, misalnya informasi dari media sosial ataupun aplikasi yang terus tumbuh. Database tipe ini kerap dipakai oleh industri besar buat menunjang aplikasi yang memerlukan performa besar. MongoDB serta Cassandra merupakan contoh database NoSQL yang populer.
Database Terdistribusi
Jika kalian membayangkan informasi yang ditaruh tidak cuma di satu server, tetapi tersebar di sebagian posisi, seperti itu konsep database terdistribusi. Model ini sangat bermanfaat buat industri besar yang perlu kecepatan akses dari bermacam daerah. Dengan begitu, informasi dapat diakses lebih kilat cocok posisi pengguna. Tidak hanya itu, sistem ini pula menolong kurangi resiko kehabisan informasi sebab terdapat sebagian kopian yang tersimpan di server berbeda.
Database Cloud
Bersamaan berkembangnya teknologi cloud, muncullah database berbasis cloud yang kian terkenal. Dengan tipe ini, industri tidak butuh lagi membeli server raga, sebab informasi ditaruh di layanan cloud semacam AWS, Google Cloud, ataupun Microsoft Azure. Keuntungannya jelas, lebih hemat bayaran, gampang diakses dari mana saja, serta skalabilitasnya besar. Inilah alibi mengapa banyak startup serta industri modern memilah database berbasis cloud.
Database Hierarkis
Pada dini perkembangannya, database hierarkis lumayan terkenal. Model ini menaruh informasi dalam wujud struktur tumbuhan, di mana satu informasi induk dapat mempunyai sebagian informasi anak. Contohnya dapat kalian bayangkan semacam struktur folder di pc. Walaupun saat ini tidak sering digunakan, model hierarkis senantiasa jadi bawah berarti dalam sejarah pertumbuhan database.
Database Jaringan
Tidak hanya hierarkis, terdapat pula database jaringan yang memakai model lebih lingkungan. Dalam tipe ini, informasi dapat silih tersambung ke banyak informasi lain, tidak cuma terbatas pada satu induk. Perihal ini buatnya lebih fleksibel buat menaruh informasi dengan ikatan yang rumit. Meski telah tidak sering digunakan secara luas, database jaringan membagikan donasi besar dalam evolusi sistem basis informasi.
Database Berorientasi Objek
Bersamaan berkembangnya pemrograman berorientasi objek, muncullah database yang menunjang penyimpanan dalam wujud objek. Database ini membolehkan informasi serta gunanya ditaruh dalam satu kesatuan. Jadi, sesuai sekali dipakai dalam aplikasi yang berbasis pemrograman objek. Dengan begitu, pengembang dapat lebih gampang mengintegrasikan logika program dengan penyimpanan informasi.
Database Waktu Nyata
Buat sistem yang memerlukan reaksi kilat, semacam aplikasi keuangan, sensor IoT, ataupun sistem monitoring, database waktu nyata ataupun real- time jadi solusinya. Tipe database ini sanggup mencerna informasi dalam hitungan detik, sehingga keputusan dapat langsung diambil tanpa wajib menunggu lama. Bayangkan saja jika aplikasi trading saham tidak memakai database real- time, tentu pengguna hendak rugi besar sebab keterlambatan data.
Kesimpulan
Jenis- jenis database yang terdapat dikala ini sangat bermacam- macam, mulai dari relasional, non- relasional, sampai cloud. Tiap- tiap memiliki keunggulan serta guna yang berbeda, bergantung kebutuhan pengguna. Dalam dunia digital yang serba kilat, pemilihan database yang pas sangat berarti supaya sistem dapat berjalan maksimal. Jadi, sobat Trikma, sehabis memahami bermacam tipe database ini, mudah- mudahan kalian jadi lebih mengerti betapa berartinya kedudukan database dalam menunjang teknologi yang kita nikmati tiap hari.
