Sumber: freepik.com
Hai sobat Trikma! Jika kalian udah nyemplung ke dunia trading, baik saham ataupun kripto, tentu kerap dengar sebutan “stop loss”. Tetapi, walaupun sebutan ini kerap timbul, masih banyak lho trader pendatang baru yang belum mengerti betul berartinya fitur ini. Sementara itu, stop loss dapat jadi penyelamat dompet kalian dikala pasar lagi bergerak ke arah yang tidak di idamkan.
Apa Itu Stop Loss?
Stop loss merupakan fitur yang membolehkan kalian menetapkan batasan kerugian kala harga peninggalan turun ke tingkat tertentu. Jadi, begitu harga memegang angka tersebut, sistem hendak otomatis menjual asetmu supaya kerugian tidak terus menjadi besar. Simpelnya, ini semacam pagar pengaman buat modal kalian supaya tidak jeblos sangat dalam.
Mengapa Stop Loss Itu Berarti?
Banyak trader yang sangat yakin diri serta berharap harga hendak balik naik sehabis turun. Tetapi sayangnya, pasar tidak senantiasa cocok harapan. Nah, di sinilah stop loss berfungsi. Dengan stop loss, kalian dapat mengendalikan resiko serta tidak mengandalkan emosi dikala mengambil keputusan.
Stop Loss Bukan Berarti Khawatir Rugi
Kerapkali, terdapat asumsi kalau memakai stop loss berarti kita “main nyaman” ataupun khawatir rugi. Sementara itu kebalikannya, ini malah menampilkan kalau kalian merupakan trader yang memiliki manajemen resiko yang baik. Dalam dunia trading, bertahan lebih berarti daripada menang besar sesekali.
Jenis- Jenis Stop Loss
Biasanya, terdapat 2 jenis stop loss yang kerap digunakan: manual serta otomatis. Stop loss manual maksudnya kalian sendiri yang memantau harga serta menjual kala harga telah memegang batasan tertentu. Sebaliknya otomatis, sistem hendak menjual peninggalan cocok batasan harga yang telah kalian atur dari dini.
Memastikan Tingkat Stop Loss yang Efektif
Salah satu tantangan dalam memakai stop loss merupakan memastikan tingkat yang pas. Jangan sangat dekat sebab dapat kena“ noise” pasar, tetapi pula jangan sangat jauh sebab malah buat kerugian membesar. Umumnya, trader memastikan tingkat stop loss bersumber pada support, resistance, ataupun persentase kerugian optimal yang siap ditanggung.
Emosi vs Strategi: Stop Loss Dapat Jadi Penengah
Kerapkali keputusan trading diambil bersumber pada emosi: panik, khawatir, ataupun apalagi sangat serakah. Nah, dengan memasang stop loss, kalian dapat senantiasa disiplin cocok rencana dini, tanpa wajib tergoda buat “hold aja deh siapa ketahui balik naik”. Ingat, strategi lebih berarti daripada insting sesaat.
Stop Loss di Trading Kripto
Di pasar kripto yang sangat volatil, stop loss dapat jadi perlengkapan harus. Sebab pergerakan harga dapat sangat kilat, tanpa stop loss, kalian dapat kehabisan modal dalam hitungan menit. Banyak platform kripto pula telah sediakan fitur trailing stop loss, yang dapat menjajaki pergerakan harga naik serta senantiasa mengunci keuntungan.
Kesalahan Universal dalam Memakai Stop Loss
Salah satu kesalahan sangat universal merupakan menggeser- geser tingkat stop loss dikala harga mulai turun. Perihal ini malah buat rencana dini jadi berhamburan serta kalian terjebak dalam kerugian yang kian besar. Tetapkan dari dini serta disiplin, itu kunci utamanya.
Stop Loss Bukan Salah satunya Alat
Walaupun berarti, stop loss bukan salah satunya perlengkapan dalam trading. Kalian senantiasa butuh analisis teknikal, fundamental, dan money management yang matang. Stop loss cumalah bagian dari strategi besar supaya kalian dapat trading lebih nyaman serta bertahan dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Pesanan stop loss merupakan perlengkapan berarti dalam manajemen resiko yang kerap diabaikan oleh trader pendatang baru. Dengan memasang stop loss secara disiplin, kalian dapat melindungi modal senantiasa nyaman serta tidak sangat banyak kehabisan kala pasar bergerak ke arah yang tidak diharapkan. Memakai stop loss bukan berarti khawatir rugi, namun malah menampilkan kalau kalian merupakan trader yang bijak serta memiliki perencanaan matang dalam mengalami dinamika pasar.
